Jumat, 10 Desember 2010

माय फंफिक ^०^

ho ho ho
Gimana ya.. ceritanya kalo penghuni SSB academy bertemu dengan member NEWS...
Liat aja FFC yang aku buat ini... semoga terhibur. ^_^V

Hho Ho Ho
Ep 1

Suatu hari, diadakan perlombaan disebuah toko tahu terbesar di Jepang. Seorang pegawai toko itu diminta untuk menempelkan selebaran disetiap tembok pengumuman.
“JIKA ADA YANG BERHASIL MENGHABISKAN 100 BUAH TAHU DALAM WAKTU 5 MENIT, ANDA AKAN MENDAPATKAN GRATIS BERENDAM SEHARI DI KOLAM PEMANDIAN AIR PANAS TERSOHOR DI OSAKA.”
Wuih, betapa menggiurkannya hadiah itu (bagi Jazz). Sehingga membuatnya tertantang.
“Rave, Sky, hayuu ikutan!!!” pinta Jazz dengan muka so cute nya itu.
“Ogah ah! Apaan tuh! Masa hadiahnya Cuma nyebur di pemandiaan air panas?? Mana uangnya????” Sky misuh-misuh + muncrat-muncrat.
“onegai...” pinta Jazz sekali lagi.
Namun tetep, duo Sky Rave ogah. Eh.. Sky, malah inisiatif sendiri mendatangi sang penempel berita perlombaan tadi.
“om.. om.. ehm, masa hadiahnya cuma itu?” Sky to da point.
“Hho.ho..ho!” jawab orang itu dengan gaya mirip Santa claus.
“Terus.. hadiah tambahannya apa dong?” tanya Sky lagi.
“Tidakkkk,,, tidak tahu!”
GUBRAAKKKKKK duo Sky Rave nggondog.
“Lu pengen duit?” tiba-tiba dengan tidak terduga dibarengi oleh petir yang menggelegar di tambah kilat terang yang menyambar pepohonan. (TOAK!! penulis dipukul Sky and Rave), Rave berbicara!!! Tanpa berfikir panjang Sky menjawab.
“Owww, buanget getoo!!” Sky berharap Rave akan memberikannya segepok uang dengan entengnya.
“Iyah Rave, kau tahu! aku pengen banget beli buku tentang cara menghitung perbandingan antara kalkulus dengan trigonometri era modern 200 tahun yang akan datang disertai dengan contoh soal + CD latihan, original Hloh!!!” Sky menggebu-gebu.
“..................” bayangkan dikomik-komik ada 2 burung gagak terbang dikepala Rave.
“WHATEVER!!” Jawab Rave ketus.
“Wuih!! Ngga nyangka ya Rave, lu baik banget sama aku.. ciee cie..” seraya mengelus-elus kepala Rave.
“WHATEVER! Ku gag peduli!!!” dengan nggondong, Sky meninggalkan Rave sendirian dan sekarang mendekati Jazz yang kala itu sedang melihat pameran makanan.
“Jazz!!! Gw mau ikutan.” Sky meninggikan alis mata kanannya pertanda baik.
“Hontou??”
“Hai!” Jawab Sky lantang.
GREEP!! Tiba-tiba, Jazz memeluk Sky, mata Jazz dan Sky saling bertemu. Jantung Jazz berdegup cepat, karena kini jarak wajah mereka sangat berdekatan. (Hloh!! Kok jadi Yaoi ngga jelas gitu??)
“BAGI KONTESTAN LOMBA MAKAN TAHU! DIHARAP SEGERA MENDAFTAR ULANG DAN BERKUMPUL DIHALAMAN, 5 MENIT LAGI.”
“Yuuuk Sky!!!” kata Jazz kepadanya.
Dilapangan tengah berkumpul puluhan kontestan perlombaan tahu. Mereka semua sangat antusias untuk memenangkan perlombaan itu. Banyak spanduk dan poster dukungan dari keluarga maupun teman-teman mereka.
“Ngga ada yang ndukung kita ya??” ucap Sky agak pesimis.
“tenang aja! Pasti ada yang mendukung kita nanti.”Ucap Jazz yang sebenarnya ragu-ragu.
“eh, ngomong-ngomong, aku koq jadi grogi gini ya Sky?” Jazz gemetaran
“lu grogi ato laper? Air liur mu dari tadi netes tuh!”
“Heheh.. kayaknya dua duannya deh.”
“SURPPPPRISEEEEE!!!”
“Kalian!!!” Ucap Sky Jazz kompak.
Ternyata tidak salah apa yang dikatakan Jazz barusan, jika akan ada yang memberi dukungan kepada mereka. Rave datang bersama dengan Alice, Yimipha, Ivan, dan Resha. Tidak mau kalah dengan supporter lainnya mereka membawa spanduk dan kipas yang bertuliskan slogan penyemangat untuk duo Jazz Sky. Dikipas mereka masing-masing tertulis:
Kipas Alice: “Jazz kun!! Aku padamu!!!”
“Sky!!! Ganbatte nee!!!”
Yimipha : “Go Schotless!!! Kau pasti berhasil.”
“aku tidak akan menerima lamaran mu jika kau kalah!! Awas ya...”
Ivan : “Jazz!! Malu sama rambut tuh! Kalo ampe kalah!!”
“Sky, aku tahu kau mengikuti lomba ini karena uang, benar bukan??? Maaf kali ini aku hanya mendukung Jazz yang berhati mulia.”
Naluri Sky:(SIAPA BILANG HADIAHNYA UANG!!!)=.=’’
Resha : “Aku datang kesini karena dipaksa, kedo.. ganbatte!! Anjing Punk!!!”
“Sky, lakukan sepeti saat kau menghancurkan markas cosmik area-CN201 seminggu yang lalu OKKK??”
Naluri Sky dan Jazz :(HEI!!! INI HANYA SEBUAH PERLOMBAAN KONYOL!!! NGGA USAH LEBAY GITU DONG RESHA).
Rave : “.......................” (maksudnya kipasnya ngga ditulisn apa-apa).
“Huaaaaah!!! Atashi no kimochi nee!!! Minna!! Kalian mau juga datang kemari memberikan suppport kepada kami berdua.” Jazz tampak yang paling gembira.
“Hehehe, itukan sudah tugas SSB, slalu menjaga setiap anggotanya kemanapun, dan selalu siap siaga ketika ada bahaya yang datang tiba-tiba.” Resha menjabarkan dengan penuh rasa percaya diri.

Tiba-tiba terdengan suara kyaa dari cewek-cewek setelah terlihat penampakan 6 onggok wajah yang tidak dikenali oleh anak2 SSB academy. Meski jarak jejeritan itu sangat jauh, suara mereka begitu melengking. Membuat para commander dan teknisi SSB menutup kupingnya.
“Nee.. Ganbatte!!!”
“Kyyaaaa~ berjuang ya!!!”
Suara seperti itu membuat anak-anak SSB academy heran.
“ano, memangnya ada artis ya??” tanya Ivan memastikan.
“Hho ho ho! Ada dong! Kan dari tadi orangnya udah ada disini.” Kata Yimipha dengan PDnya.
“Nggawur!! Maksudku bukan artis sok seperti dirimu, hloh.”
TOAK!!! Semua memukul kepala Resha.
“Kyaaa~ minta tanda tangan dong!!!”
“Tampan ya..”
“Cute banget ya..”
Masih tetep penasaran, gerombolan SSB ngulik lebih dekat.
“Pi.. lu yakin kita mw ikut lomba kayak ginian?” Shige berbisik kepada YamaPi.
“50% yakin, 50% lapeeeeeeer”
“Nee, bukannya mau ngledek lhoh!!! Kalo kayak Pi ajah laper, bagaimana dengan Massu yang keadaannya seperti itu?” Kei nunjuk-nunjuk ke Massu yang dengan rajinnya membuat genangan air liur dari tadi. Tapi tetep, cewek2 masih pada nempel padanya, secara dia cowo paling imut dari mereka berlima.
“Tapi, kalo kita turun pamor gimana dong?” tanya Kei. “gw nga mw cewek-cewek pada ngindar kalo kita nglakuin hal konyol semacam ini.”
“Bakaa. Apa kamu nga liat??? Dari tadi apa yang cewe-cewe itu lakukan selain untuk mendukung kita supaya menang?” Jawab leader geng SMA Kitagawa itu.
“kupikir tidak ada salahnya kalo kita mencoba hal seperti ini sekali waktu, benar tidak?” Tegohi, anggota geng yang juga merupakan anggota ter-muaniiis itu mulai ngomong.
“GW PULANG!!!!!!” Ucap Ryo singkat.
“GW NGA JADI PULANG!!!!!” Ucap Ryo untuk yang kedua kalinya setelah mata kelima temannya itu menatap tajam seolah menusuk ke pulung hatinya. (lebay oh yeah!!!)
“sssst, minna! Mitte! Gw udah nemuin cara untuk memenangkan kontes ini hloh!” kta Shige menggebu-gebu.
“Apa? Apa?” tanya yang lain kompak.
“menurut perhitungan fisika ku, kalo dalam waktu sesingkat itu, jadi periodenya 5 second, diakar pangkat 3 dengan jumlah FPB masing2, kemudian diakar dengan bilangan 35,17 lalu dibagikan dengan kecepatan sudutnya 7 rad, dan... emm..” Shige dengan cekatan mencorat-coretkan tinta pulpennya ke notes yang selalu dia bawa disaku belakangnya.
“jadi.. peluang menang kita adalah 456:6, dan... masing2 dari kita harus menghabiskan AKAR EMPAT BELAS DUA PERTIGA dari sebuah tahu, kalian semua mengerti???”
“zzzzzzzzzzzzzzzzztttt!!!”
“Lho! Koq pada tidur sieh???” Shige misuh2 dengan tampang innocent.

Tidak lama setelah kejadian itu, terdengar pengumuman untuk yang kedua kalianya dari panitia lomba.
“MINNA!!! GOMENASAI!! HONTOU NI GOMEN!!! Karena peminat lomba ini yang begitu banyaknya,Peraturan perlombaan diubah! Bukan 1 orang yang harus menghabiskan 100 buah tahu, melainkan 3 orang harus menghabiskan 100 tahu dalam waktu 5 menit. Bagi yang masih berminat mengikuti perlombaan ini, harap segera daftar ulang dan mencari kelompoknya masing2.”
“LHOOOOO KOQ!!” terdengar paduan suara Lho koq dari peserta lomba.
“Anu Shige, teorimu kayaknya harus dihitung ulang dech.” YamaPi ngelus2 rambut menjulang Shige.
“Hho Ho Ho!” Ucapnya sembari menegakkan berdirinya supaya setegak rambut menjulangnya itu. “Aku udah ngitung juga kok, malah lebih sederhana dari yang tadi. Dihitunganku ini, aku menggunakan perbandingan antara ruang hampa dengan rumus delta t kuadrat ditambah kecepatan rata2 masing2 dari kita, souduah oitou, dui kuwailikuan nmm.. “ messu membungkam mulut Shige dengan 3 buah bakpao (sebenarnya Massu tidak rela bakpao ny tertelan oleh si-Jenius yang terlalu cerdas itu, tapi, gimana lagi.. hehehe).
“BUAHHHH!!! BUAHH!! CUHHHH!!! CUHHH!!!!”
“Hmm singkatnya??” tanya Tegoshi.
“setiap orang, dalam waktu satu detik harus menghabiskan 25 phi akar tujuh per limabelas rad meter kubik buah tahu, wakarimasuka?” Shige berapi-api.
“lu kepinteran ato super duper over goblok gela??” Ryo misuh2 ngga jelas kepadanya. “mana bisa teori kyak gitu dilakuin!!! Yang namanya makan, ea tinggal makan! Iyah kan massu?”
“Iyah! Iyah!” ucap massu bersemangat.
“tanya kepada temen2 tuwh! Mereka tahu nggak 25 phi akar tujuh per lima rad meter kubik buah tahu tu seberapa?” Ucap Ryo keras-keras.
“25 phi akar tujuh per LIMABELAS rad meter kubik buah tahu, Ryo.” Shige membenarkan.
“Iyah! Maksudku juga 25 phi akar tujuh per tigabelas rad meter kubik buah tahu!!!” Ucap Ryo lagi.
“25 pi akar tujuh per LIMABELAS rad meter kubik buah tahu, bukan tigabelas, Ryo-kun.. pantas saja ada rumor kalo kamu pernah tinggal kelas waktu SMP dulu, hehehe.”
“APA KAU BILANG!!!!” Ryo memanas.
“Sudah! Sudah! Kita kan teman, jangan marah2 kayak gitu donk!!!” Yamapi menengahi percekcokan sepele itu.
“tujuan kita kesini kan bukan untuk beradu argumen, kita disini untuk menang kan?? Wakarimasuka?” Tegoshi mengeluarkan senyum 1000watt sehingga dengan mudah membuat teman2nya itu takhluk.

Hho ho ho Ep. 1 The End....







Hho Ho Ho
Ep 2

“Onegai Rave!!!” Pinta Jazz kepada Rave seraya memegangi betis Rave untuk tidak pergi melarikan diri.
“Iya Rave, kasiani jazz, dia ngga pernah pergi ke pemandian airpanas hloh.dia kan cupu gela!” Ivan membantu Jazz memegangi lengan Rave sekuat tenaga.
“lu ikut?” Tanya Rave kepada Sky dengan muka datarnya yang ehem.. rada ngebosenin tapi tetep imut itu.
“punk dog bilang jika aku membantunya, dia mau ngasih aku duit banyak.”
“Ayolah Rave, kau ikut saja bersama kami. Kurang 1 personil hloh.” Sekali lagi Jazz merengek bak mandi, hehe maksudnya bak seperti anak kecil yang ingin dibelikan seri terbaru robot transformer.
“No, Thanks.” Jawabnya kini dengan wajah agak shock karena tidak hanya Jazz dan Ivan yang mengelendotinya, ditambah Sky dan resha.
“Punk dog, apakah dengan begini, kau meu memberikan uang lebih banyak kepadaku??” Ucap Sky ambisius.
“yuhuuuu my honey~.” Jazz mengiyakan.
Kali ini, dengan tatapan so sweet, Rave memandang ke arah Alice.
“Hmm, ma.maaf Rave, aku phobia tahu. Bisa-bisa aku pingsan ditengah perlombaan, dan.. aku takut membuat Jazz-kun kalah telak dalam kontes ini.”
Pandangan so sweet bin mengiba itu kini diarahkan ke tempat Resha.
“Hehe.. Jazz! Aku supporter + Cheerleader saja. ^_^” (parodi Sthepen Chow Dewa judi II).
“Gomen nee Rave.. Aku takut gemuk. Terlebih agencyku memintaku untuk menurunkan berat badanku 5 kilo lagi agar aku diberi peran olehnya.” Ucap Yimipha setelah tatapan itu beralih kearahnya.
Dan satu-satunya harapan kini hanya pada Ivan.
“AKU MMAAUU!!!” jawab Ivan tanpa mengulur waktu. “AAAKU MAU KE TOILEEEEEEEEEEEEEET!!!” Ivan berlari terkencing-kencing (memang ada ya?) menuju ke toilet terdekat.
“Heh? Pantes saja, dari tadi muka Ivan pucet banget.”
“Hehe.. iya ia.” Ucap Resha.
“Dou.. Rave?? ONNEGAIIIIII!!!” Jazz masih sangat berharap.
“Hmmm..”
1 JAM KEMUDIAN
“Ehmm”
2 JAM KEMUDIAN
“Eeee..”
3 JAM KEMUDIAN
TOAK!! *penulis dijitak Sky* “Kapan mw kontesnya kalo udah 3 jam mikir! KELAMAAN TAU!!!” Hehehe.. Gomen! Gomen! Penulis Khilaf... “Nee. Kapan nie Rave mulainya? Berat tau!! Digelendoti mereka!!” Rave yang sebenarnya misuh-misuh.
“Dou Rave??” Jazz masih tetap berharap.
“Kau hutang 10 conello buatku.” Ujar Rave dengan menyipitkan matanya yang sudah sipit itu. *hloh.
“YATTAAA~” Jazz girang.
“SEKALI LAGI.. BAGI KONTESTAN DIHARAP SEGERA BERKUMPUL DI HALAMAN.” Lagi-lagi ocehan panitia perlombaan terdengar.


Tidak lama setelah itu, jazz bersama pasukan tiba ditempat perlombaan.
“Eh, koq Cuma ada 2 meja sih? Mana meja yang lainnya? Bukannya tadi ada banyak?” Tanya Sky keheranan setelah selesai daftar ulang tadi.
“Nga tau. Apa perlombaanya dibatalkan ya?”
“Guoblok! Masa dibatain sih! Bukannya kita telah daftar ulang!” Sky memuluki kepala jazz setelah Jazz ngelantur.
“mending kita samperin panitianya, gimana?” Usul Alice bersemangat.


“bagaimana toh mas! Kok hanya 2 peserta yang jadi ikut kontes ini? Kalo gini sudah pasti kita yang menang!”
“Hei Kei-chan! Calm down, calm down.” YamaPi menenangkan kei.
“haha! Memang siapa sih yang bakal menjadi lawan kita?” ucap Ryo penuh semangat.
“Mereka, mas.” Jawab mas panitian kontes itu. Kemudian mata yamaPi, Kei, Shige,Ryo, Massu, dan Tego memandang kearah pasukan Jazz dkk. Kini mata mereka semua saling berpandangan.
“nani?” Tanya Jazz tenang.